Nama tri manunggal diambil dari tiga rukun tangga di dusun punduhan bersatu Bulan sabit putih : keislaman yang sebenarnya Bendera merah berpilar tiga : tiga rukun tetangga semangat gotongroyong mebangun dusun Punduhan Dasar bendera warna hijau : kemakmuran warga masyarakat punduhan yang merata Cincin putih melingkar : kebersamaan dari bermacamam latar belakang .

Kelompok Kompos


Kelompok pemuda pengelola kompos.
Kelompok ini terbentuk tahun 2010 sekitar bulan Desember. Keberadaan kelompok ini dibentuk karena adanya beberapa faktor. Adanya kotoran sapi atau pupuk kandang dari kelompok ternak sapi yang terbuang sia-sia dan dijual tanpa ada harga yang sesuai dari pembeli, dari hal ini pemuda dusun Punduhan berinisiatif memanfaatkan kotoran tersebut untuk dijadikan kompos. Selain dari hal itu yang menjadi latar belakang pembentukan kelompok ini adalah keinginan pemuda Punduhan mempunyai kegiatan yang positif dan mendapatkan uang kas pemuda atau masukan keuangan.
Nama kelompok ini bernama Caping Jerami yang mempunyai arti anak petani yang mengolah jerami. Nama dan struktur kelompok ini telah dilakukan musyawarah oleh seluruh pemuda dan dilanjutkan beberapa pemuda yang minat mengelola pupuk kandang. Keberadaan kelompok ini telah diminta struktur organisasi oleh kepala desa (th 2010) tetapi belum ada pengakuan yang jelas dari kepala desa Sambak. Keadaan itu tidak menjadi kendala bagi pemuda Punduhan desa Sambak untuk mengelola kelompok tersebut.
Sejak tahun 2010 pengelolaan ini tetap berjalan walaupun ada kendala-kendala ringan. Kelompok ini mampu memberikan masukan kepada kas pemuda yang bernama Tri Manunggal. Kelompok ini menggunakan modal awal dengan iuran / patungan dari pemuda dusun Punduhan sejumlah Rp 600.000,- dan pinjam uang dusun sebesar Rp 1000.000,-. Aset kelompok ini mempunyai peralatan olah pupuk kandang yang manual dan mempunyai rumah kompos. Rumah kompos ini terletak di belakang rumah kandang sapi dari kelompok ternak LIPI. Ukuran rumah ini panjang 10 meter lebar 4 meter dan tinggi rumah 3 meter. Atap terbuat dari genting habis pakai dari masjid Al-Ma'un sekarang masjid An-Nuur. Tiang rumah ini terbuat dari beton berjumlah 6 tiang. Rumah kompos ini tidak berdinding dan lantai masih berupa tanah.

Diambil saat pembuatan rumah kompo.



Beberapa pemuda berbiliran sesuai jadwal mengerjakan cor bakal tiang.





 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Themes | Free Song Lyrics, Cara Instal Theme Blog